Hallo kawan-kawan, kali ini saya mau memberitahu Beberapa Mitos dan Fakta Tentang Desain Grafis.

Seperti yang kita ketahui mitos, yaitu sesuatu yang dibuat-buat oleh manusia atau opini yang dipercaya begitu saja tanpa ditelusuri kebenarannya. Sedangkan fakta itu sesuatu yang sudah jelas, tanpa ada rekayasa. Desain grafis sendiri sebenarnya banyak faktanya, tetapi desain atau edit mengubahnya menjadi mitos, seperti foto Nabilah JKT48 diedit berdampingan cowok jones, wkwk. Oke lah, berikut ini agar lebih jelas Beberapa Mitos dan Fakta Tentang Desain Grafis.

Desain Grafis Harus Pakai Komputer

Desain grafis sebenarnya tidak harus melulu menggunakan komputer. Dalam desain grafis harus merancang solusi untuk suatu masalah, lakukan dengan riset atau wawancara, lalu catat. Kita masih belum bisa membuat gambar atau memakai komputer. Riset atau wawancara dilakukan kepada pihak yang berhubungan dengan permasalahan, sedangkan membuat catatan untuk mengembangkan imajinasi, untuk kemungkinan solusi.

Bisa Photoshop, Illustrator = Bisa Desain Grafis

Photoshop, Illustrator dan semacamnya hanya aplikasi untuk membantu dalam membuat karya desain grafis. Walau pun bisa mengoperasikannya dengan baik, belum tentu bisa desain grafis. Untuk menghasilkan karya desain yang sesungguhnya, ada tahapan kerja dan prinsip-prinsip yang harus diterapkan. Desainer grafis tidak selalu memakai aplikasi apa pun untuk desain, tapi menggunakan otaknya untuk membuat hal yang kreatif.

Riset, analisa, mencari strategi visual dan komunikasi merupakan proses awal mendesain. Hal itu tidak bisa dilakukan oleh Photoshop, Illustrator, atau aplikasi semacamnya, hanya otak kita yang dapat melakukannya.

Desain Grafis Membuat Iklan

Membuat iklan memang salah satu pekerjaan yang cukup banyak ditekuni oleh desainer grafis, tapi bukan itu satu-satunya. Branding, editorial dan penerbitan, desain kemasan, web dan development, yaitu di antara sekian banyak yang juga ditekuni oleh desainer grafis.

Desain Grafis Menghias Sesuatu Agar Lebih Indah

Dekorasi itu menghias, tujuannya memang hanya satu, untuk memperindah, tidak ada fungsi lain. Berbeda dengan desain grafis, selain memperindah juga punya fungsi menyampaikan pesan dan identitas. Tujuannya untuk menjual, memberi informasi, menanamkan citra ke benak konsumen, dan lain-lain.

Desain Grafis Masalah Selera

Jika berupa dekorasi saja mungkin bisa dinilai tergantung selera pribadi “suka” atau “tidak suka”. Namun, jika desain grafis dinilai secara keseluruhan, maka penilaiannya “apakah dapat menjual?”, “apakah berhasil menginformasikan?”, “apakah terbangun citra yang diharapkan?” dan penilaian-penilaian lain yang sifatnya objektif, bukan subjektif (selera pribadi).

Desainer Grafis Punya Bakat Seni

Bakat seni memang diperlukan dalam mendesain, tapi bukan segala-galanya. Kerajinan dalam berlatih, keberanian mengeksplorasi hal-hal baru, kreativitas, kemampuan logika, analisa, komunikasi, kepekaan, dan masih banyak lagi kemampuan yang lebih dibutuhkan untuk menjadi seorang desainer grafis. Jika hanya mengandalkan bakat dan tidak mengembangkan kemampuan lainnya, tidak akan membuat seseorang menjadi desainer grafis yang sejati.

Desainer Grafis Harus Jago Menggambar

Desainer grafis memang harus bisa menggambar, walau pun tidak harus terlalu bagus. Menggambar itu sebenarnya mengatur pemikiran, ide-ide, seperti seorang penulis mengatur kata-kata dalam tulisannya. Desainer grafis perlu punya kemampuan menggambar untuk mempermudah mewujudkan ide-idenya sendiri atau untuk menerangkan ide tersebut kepada orang lain untuk diwujudkan secara visual, contohnya seorang art director kepada anak buahnya.

Itulah sedikit informasi mengenai Beberapa Mitos dan Fakta Tentang Desain Grafis. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat untuk kalian.

sumber : FDGI – Surianto Rustan