Psikologi Warna dalam Desain Logo Part 1. Pikiran kita secara tidak langsung diprogram untuk merespon berbagai warna yang baru kita lihat. Warna-warna tersebut akan memanipulasi pikiran dan emosi kita, bahkan menurut penelitian sebuah warna bisa memengaruhi suasana hati seseorang. Sebagai contoh, warna hijau akan membuat siapapun yang melihatnya merasa tentram dan damai ataupun warna kuning yang bisa memberikan kesan cerah bagi siapapun yang melihatnya. Karna begitu berpengarunya sebuah warna, warna dapat membuat sebuah perubahan hingga 80%
dalam memotivasi seseorang membeli sebuah produk ketika berbelanja, baik itu berbelanja langsung ke toko ataupun berbelanja online.
Sementara jika persepsi warna agak subjektif, beberapa efek warna memiliki makna yang universal. Mengapa dikatakan universal, karna memang memiliki persamaan makna dari berbagai sudut pandang secara umum. Berikut adalah beberapa contoh bagaimana sebuah warna yang berbeda akan memiliki kesan yang berbeda dan betapa Psikologi Warna dalam Desain Logo akan menambah nilai jual dari logo itu sendiri. Dan bagaimana sebuah logo yang dirancang dengan warna tertentu sengaja dibuat dengan warna tersebut demi mencapai target pasar mereka.
PUTIH
Sebagai warna universal perlambangan dari perdamaian dan kemurnian. Simbol kepolosan, kesederhanaan, kesucian. Sangat populer di dunia mode karena warna putih akan Nampak bercahaya, netral dan bisa dikombinasikan dengan warna apapun. Begitu juga dalam desain grafis, warna putih sering digunakan sebagai teks yang menyala pada latar belakang warna yang lebih gelap. Sesuai dengan Psikologi Warna Dalam Desain Logo, Sebagai warna yang melambangkan kemurnian, warna putih banyak digunakan sebagai logo yang dikhususkan untuk mereka yang mencintai kemurnian alam. Sebagai contohnya adalah logo dari WWF, yaitu sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan.
KUNING
Kuning biasa digunakan sebagai perlambang kehati-hatian, ceria, pengecut, keingintahuan, kebahagiaan, suka cita, hal-hal yang menyenangkan, positif, cahaya matahari dan kehangatan. Terkadang, kuning juga biasa dijadikan lambang yang dapat memiliki pesan yang bertentangan.
Kuning sering dijadikan logo yang ingin memberikan kesan cerah dan juga biasanya di gunakan untuk mendapatkan perhatian dari orang yang melihat desain logo. Karena begitu kuatnya warna kuning ini, seringkali di gunakan untuk mendapatkan perhatian orang. Sebagai contoh adalah rambu lalu lintas yang memberikan tanda bahaya. Semua rambu-rambu tersebut di dominasi warna kuning atau merah karena sifatnya yang dapat menarik perhatian. Contoh logo yang menggunakan warna kuning adalah logo dari merek makanan MC Donald yang didominasi oleh warna merah dan kuning.
MERAH
Merah adalah warna yang paling sering menarik perhatian. Salah satu tipe warna yang paling kuat sekaligus hangat yang dapat menimbulkan perasaan cinta dan gairah. Biasanya di gunakan untuk memberikan efek psikologi panas , berani ,marah dan berteriak. Beberapa studi juga mengindentifikasi merah sebagai warna yang sexy. Warna merah memiliki kemampuan merangsang saraf, kelenjar adrenal (endokrin) dan saraf sensorik. Merah juga meningkatkan sirkulasi darah dan kereaktivan darah itu sendiri, hal itulah yang menyebabkan merah dijadikan sebagai symbol dari perasaan marah. Warna merah juga paling ampuh untuk merangsang dan meningkatkan energi fisik, memperkuat motivasi, meningkatkan sirkulasi, dan berkaitan dengan seksualitas. Merah juga membangkitkan emosi dan menciptakan perasaan kegembiraan atau intensitas. Tetapi pada saat yang sama, warna ini dapat dianggap sebagai tuntutan dan sikap agresif. Warna merah kadang juga bisa memberikan kita perasaan lapar. Didalam desain, mengikuti aturan Psikologi Warna Dalam Desain Logo kita bisa menggunakan warna merah sebagai aksen karena sifatnya yang kuat. Misalnya, pada logo red bull, saat pertama kali kita lihat logo red bull gambar bantenglah yang paling mencuri minat kita.


