Mengenal Jenis File dan Cara Menggunakan JPEG, GIF atau PNG. Adalah sebuah gambar digital yang mengisi ruang pesan elektronik kita, memakai banyak ruang memori di gadget atau bahkan mengambil waktu yang cukup lama untuk memuatnya pada sebuah halaman web yang sedang kita kunjungi. Kesalahan penggunaan sebuah format gambar, tidak hanya berdampak pada terkurasnya memori gadget dan perlambatan dalam memuat suatu halaman website, tetapi juga dapat mengurangi kualitas dari gambar itu sendiri. Salah kaprah penggunaan jenis file gambar tentunya dapat kita hindari jika kita dapat membedakan fungsi masing-masing dari jenis file tersebut. Untuk itu kita perlu tahu apa saja jenis sebuah format gambar, kelebihan format gambar tersebut dan mengetahui fungsinya serta penerapannya dalam kebutuhan kita sehari-hari. Paling tidak, kita mengenal ada 3 tipe format gambar yang sering kita dengar atau bahkan kita temui dan gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Berikut adalah cara Mengenal Jenis File Anda. Kapan Harus Menggunakan JPEG, GIF atau PNG beserta penjelasan fungsi masing-masing dari jenis file gambar dimaksud ;
JPEG
JPEG atau JPG (dibaca : jay-peg) adalah singkatan dari ”Joint Photographic Expert Group”, sebuah standar kompresi format file gambar yang dikembangkan oleh Group Joint Photographic Experts. JPEG biasa digunakan di banyak platform karena kemampuannya mengkompres file gambar hingga 15% dengan sedikit pengurangan kualitas dari gambar itu sendiri. Pengkompresan file gambar JPEG bisa mencapai angka 60%-75%, dengan kompresi sebesar itu tidak mengurangi kualitas dari gambar dikarenakan kemampuan mata manusia yang tidak dapat melihat detil sebuah warna seperti cahaya dan bagian gelap pada gambar.
Sehingga meskipun dikompres, file gambar JPEG masih terlihat bagus bagi m warna, format file JPEG banyak dimanfaatkan oleh berbagai jenis kamera digital. Sebagai sebuah format file yang mampu mengkompres hingga 60%-70%, JPEG sangat optimal digunakan untuk sebuah tampilan website. Karena selain mengkompres dibagian detail gambar JPEG juga mengurangi ukuran file gambar hingga 15% persen lebih tanpa mengurangi kualitas dari gambar. Sehingga file JPEG sangat cocok digunakan untuk tampilan halaman sebuah website dan dengan filenya yang relative kecil file JPEG sangat cocok digunakan untuk mengupload sebuah gambar diberbagai situs media social semacam facebook dkk.
GIF
GIF adalah format gambar asli yang dikompres dengan CompuServe. Bitmap jenis ini mendukung 256 warna dan bitmap ini juga sangat popular dalam internet. Pemakaian warna yang lebih sedikit menjadikan file GIF sangat kecil, bahkan lebih kecil dari pada file JPEG hingga cocok jika digunakan untuk membuat sebuah icon pada halaman website. Selain itu kelebihan GIF dibanding dengan JPEG, saat proses kompresi format GIF tidak menghilangkan data apapun yang ada dalam gambar.
Jika format JPEG mampu menyimpan gambar dalam 16 bit, format GIF hanya dapat menyimpan gambar dalam 8 bit dan hanya mampu digunakan mode grayscale, bitmap, dan index color. Format GIF menggunakan metode dithering, yaitu sebuah proses dimana dua buah warna pada pixel digabungkan dan akan menghasilkan warna ketiga dari campuran kedua warna tadi untuk mengurangi jumlah warna yang dibutuhkan, sesuai dengan 256 warna yang mendukung format GIF.
Format GIF memungkinkan sebuah single-bit, yang mana hal tersebut mengijinkan satu warna yang dipilih menjadi transparan. Dengan efek interlaced yang hanya ada di format GIF, tampilan gambar pada halaman website dapat dimunculkan sedikit demi sedikit ketika sebuah halaman web sedang didownload. Satu fasilitas dari GIF yang tidak terdapat pada format gambar lain adalah dukungan terhadap penyimpanan multi-citra untuk keperluan animasi.
PNG
Dibuat pada pertengahan 1990an, Portable Network Graphics atau biasa kita sebut sebagai PNG adalah sebuah format file gambar yang diciptakan untuk menggantikan keberadaan GIF karena masalah lisensi. Karena fungsinya yang menggantikan sekaligus sebagai versi perbaikan format GIF, PNG dibekali oleh kemampuan dalam menampilkan gambar 8-24-bit, yang mana format 8-bit sama persis dengan versi GIF namun memiliki ukuran yang lebih kecil dari pada format GIF. Sedang PNG 24-bit karena kemampuannya yang menampilkan lebih banyak warna dibanding format JPEG tentu memiliki ukuran file jauh lebih tinggi dibanding format GIF yang hanya mampu menampilkan gambar 256 warna, ataupun JPEG yang “hanya” 16 juta warna. untuk itulah file PNG sangat cocok digunakan dalam pembuatan suatu logo.
Pada mode alpha-channel, file PNG memungkinkan peletakan transparansi pada skala buram dan benar-benar transparan, memudar ataupun terlihat tembus pandang. File PNG dapat diletakan pada latar belakang warna dan mempertahankan penampilan asli dari gambar. Jenis browser versi lama akan sulit menampilkan file PNG yang menggunakan mode alpha channel.
Format PNG ini diperkenalkan untuk menggantikan format GIF. PNG mempunyai faktor kompresi yang lebih baik dibandingkan dengan GIF (kurang lebih 5%-25% lebih baik dibanding format GIF). Tetapi ada satu fasilitas dari GIF yang tidak terdapat pada PNG format yaitu dukungan terhadap penyimpanan multi format untuk keperluan animasi. Untuk keperluan pengolahan gambar, meskipun format PNG bisa dijadikan alternatif selama proses pengolahan grafis namun format JPEG masih menjadi pilihan yang lebih baik karena ukuran filenya yang lebih kecil dibanding PNG.
Esensinya sebuah format gambar diciptakan untuk mempermudah dalam hal berkomunikasi melalui media digital. Dibanding mengatakan kesalahan penggunaan format gambar, penulis lebih setuju jika dikatakan kekurang pahaman seseorang akan jenis dan fungsi dari format sebuah gambar. Dengan Mengenal Jenis File Anda anda akan memahami jenis dan fungsi dari sebuah format gambar. Penulis berharap para pembaca bisa lebih memanfaatkan fungsi dari sebuah gambar dan penggunaannya dalam keperluan sehari-hari.


