Selain elemen-elemen desain, dalam suatu desain juga membutuhkan prinsip-prinsip desain untuk memperkuat atau memperindah suatu desain yang telah kita buat, sama halnya dengan elemen-elemen desain prinsip-prinsip desain pun adalah salah satu hal dasar yang sangat penting untuk membuat sebuah desain.

Prinsip-prinsip desain adalah suatu guide yang dapat membantu  kita dalam membuat suatu desain sehingga desain akan jauh lebih mudah dan dapat menghasilkan desain yang mempunyai sebuah layout yang baik dan tidak menghasilkan desain yang membosankan bahkan monoton.  Dengan menggunakan prinsip desain tersebut kita dapat dengan mudah menyatukan komposisi dan kesan yang akan disampaikan pada sebuah desain. Sehingga kita masih bisa menuangkan ide atau imajinasi kita tanpa harus mengabaikan prinsip desain tersebut. Karena prinsip desain ini dapat diartikan sebagai sebuah aturan dasar yang harus diikuti untuk mendapatkan desain yang bagus.

Prinsip-prinsip desain diantaranya:

  1.  Keselarasan (Harmoni) Keselarasan adalah salah satu unsur prinsip desain yang diartikan sebagai keteraturan tatanan, keteraturan tatanan disini diartikan jika kita membuat sebuah desain kita harus mengatur tataan desain agar menjadi lebih baik dan enak dilihat, keteraturan tataan bisa dilihat dari ukuran, bentuk dan warna. Diantara bagian-bagian suatu karya.
  2.  Kesebandingan (Proporsi) Kesebandingan adalah hubungan perbandingan antara bagian satu dengan bagian lain atau bagian satu dengan elemen keseluruhan. Karena Kesembandingan membutuhkan bagian satu dengan yang lain agar bisa menjadi sebuah kesebandingan. Dalam grafis komunikasi, semua unsur berperan menentukan kessebandingan, seperti hadirnya warna cerah yang diletakkan pada bidang luas atau sempit. Ada beberpa contoh kesebandingan bisa disatukan dengan:
    1. Suatu elemen dengan elemen yang lain,
    2. Elemen bidang dengan dimensi bidangnya,
    3. Dimensi bidang itu sendiri.
  3. Keseimbangan (Balance) Keseimbangan yang sederhana mempunyai fungsi untuk menyatukan pandangan dengan suatu desain yang utuh. Maksudnya apa, disini kita harus membat desain yang seimbang agar tidak terlihat berat sebelah, condrong sebelah, bahkan warna dan teks hanya berada disebelah saja. Hal itu yang akan menyebabkan seatu desain yang kita buat akan terlihat tidak bagus, hanya karna kita tidak menggunakan atau memperhatiakn keseimbangan. Keseimbangan disini terbagi menjadi dua, diantaranya:1.  Keseimbangan simetris yang terkesan resmi atau formal,

    2.  Keseimbangan asimetris terkesan informal dan lebih dinamis.

    Tujuan utama dalam memperhatikan keseimbangan adalah agar terlihat lebih menarik jika dilihat oleh orang lain. Keseimbangan akan terjadi bila elemen-elemen ditempatkan dan disusun dengan rasa serasi atau sepadan. Dengan kata lain bila bobot elemen-elemen itu setelah disusun memberi kesan mantap dan tepat pada tempatnya.

  4. Irama (Ritme) Irama dapat kita rasakan. Irama ini hanya akan terjadi karena adanya pengulangan pada bidang yang akan menyebabkan kita dapat merasakan adanya getaran, atau perpindahan dari unsur satu ke unsur lain. Gerak dan pengulangan tersebut mengajak mata mengikuti arah gerakan yang terjadi pada sebuah desain yang telah kita buat. 
  5. Penekanan (Emphasis) Penekanan harus ada dalam sebuah desain dan harus mempunyai tata letak agar sebuah penekanan bisa menjadi keyword atau acuan agar bisa menjadi bagian titik tolak perhatian dari pembaca. Namun harus diperhatikan juga jika terlalu banyak penekanan makan akan mengakibatkan desain menjadi menjadi kurang bagus. 

Itulah Prinsip-Prinsip dalam Sebuah Desain, semoga informasi ini bermanfaat.