Hallo teman-teman jumpa lagi dengan saya, gimana semua kabarnya ? mudah- mudahan semua dalam keadaan baik. Pada pembahasan kali kini kita akan membahas tentang bagaimana Proses Produksi Industri Percetakan (Part 1). Mungkin selama ini kita seorang designer tidak mengerti bahkan tidak tau bagaimana proses produksi cetak. Yang selama ini kita anggap ketika kita sudah selesai mendesign menggunakan software design yah sudah jadi ternyata itu baru selesai satu langkah. Masih ada langkah selanjutnya yang menentukan kualitas sebuah design. Yah,, yaitu adalah Produksi cetak. Proses Produksi Industri Percetakan (Part 1) inilah yang akan menjadikan design kita berwujud ke sebuah media kertas, misalnya jika kita mendesign sebuah buku di InDesign kita baru melihat softcopynya saja yang tampil di layar monitor. kita akan melihat hasil jadi bukunya (hard copy) setelah datanya masuk di industry percetakan. Proses akhir percetakanlah yang akan menjadikan data softcopy design kita menjadi sesuatu bentuk yang nyata (hardcopy).
Di dalam produksi cetak ini pun ternyata masih panjang lagi langkah-langkahnya. Secara garis besar ada 3 langkah dalam Proses Produksi Industri Percetakan (Part 1) yaitu pra cetak, cetak dan terakhir finishing.
- Pra cetak.
1.a Pengecekan data
Pra cetak adalah suatu proses awal dalam sebuah percetakan. Pada masa pra cetak itu biasanya dilakukan pengecekan sebuah file/data seperti ukuran, kualitas gambar, font, bahan kertas dan pengecekan warna separasi atau warna khusus. Apakah data tersebut layak untuk dicetak atau tidak. Ukuran yang dimaksud customer apakah sudah sesuai dengan file asli, ada missing font atau tidak untuk teks nya, ada missing link atau tidak.
Kemudian setelah pengecekan data adalah pembuatan mock up / dummy / proof digital yang bertujuan untuk memberikan hasil cetakan awal dari data yang kita terima. Setelah kita proof print digital kita berikan kepada customer untuk melihat hasil designnya, apabila si customer sudah acc designnya biasanya hasil print proof ditandatangani serta diberikan nama dan tanggal. Print proof itulah yang akan menjadi acuan cetak mengenai warna dan isi contentnya.
Pada saat proof ini kita cukup membuat 1 atau 2 dummy saja karena belum melakukan produksi massal (naik cetak dalam quantity banyak). Jadi apabila masi ada revisi atau perubahan warna, gambar dan isi content tidak menimbulkan kerugian yang sangat banyak. Di masa inilah masih banyak kemungkinan revisi perubahan data yang dilakukan si customer.
Gambar Mesin cetak offset.
1.b Layout
Layout adalah proses penyusunan data yang sudah di acc customer kedalam sebuah kertas plano atau ½ plano ( tergantung mesin yang dimiliki percetakan tersebut ). Dalam melayout ini kita harus memperhatikan jenis kertas dan ukuran kertas plano yang akan digunakan untuk naik cetak. Jenis kertas dan ukuran kertas pun bermacam-macam, Misalnya : ada kertas art paper ukuran 61 x 92cm, 65 x 90 cm, 65 x 100cm dan 79 x 109cm. Nah biasanya ukuran kertas plano tersebut disesuaikan ukurannya dengan ukuran data yang akan dicetak jangan sampai membuang bahan banyak. Di situlah layouter di uji bagaimana dia bisa menyusun sebuah data yang akan dicetak ke kertas plano seefisien mungkin tanpa harus buang bahan (sisa kertas yang berlebih).
Selain ukuran kertas pada saat melayout sebuah data, disini juga perlu diperhatikan masalah warna. Pengecekan warna ini sangat penting dalam sebuah industry percetakan. Apakah datanya hanya berisi warna separasi atau ada warna khusus (pantone). Karena warna khusus dan warna separasi mempengaruhi hasil cetakan dan cost produksi cetak. Hasil cetakan warna khusus tidak akan bisa didapat dengan menggunakan warna separasi (CMYK) dan cost produksinya jika menggunakan warna khusus akan lebih mahal karena akan menjadi naik cetak 2 kali. Sebelumnya juga saya pernah bahas perbedaan warna khusus dan separasi, buat teman-teman yang masih bingung bisa coba dibuka kembali web nya mengenai perbedaan warna khusus dan separasi di http://kursusdesaingrafis.com/perbedaan-warna-khusus-pantone-dengan-warna-separasi-proses/ .
Setelah selesai dilayout/disusun ke kertas plano langkah selanjutnya adalah pembuatan plat CTP (computer to plate). Di era tahun 2012 CTP ini sudah mulai popular bila di era sebelumnya setelah selesai melayout kita harus membuat film terlebih dahulu sebelum di ekspose ke plat. Kehadiran CTP ini memberi banyak kemudahan dan pengurangan cost produksi. Karena biaya untuk membuat film sudah tidak ada lagi . Apabila data yang sudah di layout bisa langsung diekspose ke plate. Jadi efisien waktu lebih terasa. Jika data sudah diekspose ke plat CTP langkah selanjutnya adalah naik cetak. Perlu diperhatikan plat CTP ini juga terdiri dari berbagai ukuran. Ukurannya itu disesuaikan dari Mesin yang dimiliki percetakan. Mesin yang berbeda menggunakan plat yang berbeda.
Contoh gambar layoutan.
Demikian teman-teman pembahasan Proses Produksi Industri Percetakan (Part 1) Untuk kelanjutannya mengenai proses cetak dan finishing akan di bahas pada tutorial selanjutnya di Proses Produksi Industri Percetakan (Part 2) . Mudah-mudahan sampai sejauh ini teman-teman paham dan mengerti tentang industry percetakan. Sampai ketemu selanjutnya.

