Melihat anak mulai tertarik menggambar, memilih warna, atau membuat sesuatu di komputer kadang membuat orang tua kepikiran untuk mengenalkannya pada desain grafis. Tapi begitu mendengar Adobe Photoshop, mungkin muncul pertanyaan, apakah aplikasi seperti ini tidak terlalu sulit untuk anak?
Menurutku, anak bisa saja mulai belajar desain lewat Photoshop. Tentu cara belajarnya tidak bisa disamakan dengan orang dewasa yang sedang mempersiapkan diri menjadi desainer profesional.
Photoshop Tidak Harus Dipelajari Sekaligus
Saat pertama kali membuka Photoshop, tampilannya memang terlihat penuh dengan berbagai menu dan tools. Bahkan orang dewasa saja bisa bingung harus mulai dari mana.
Tapi anak tidak perlu langsung memahami semuanya. Pembelajaran bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membuat dokumen baru, mengenal layer, memasukkan gambar, menggunakan brush, menambahkan teks, sampai mencoba mengganti warna.
Setelah mulai terbiasa, anak bisa dikenalkan dengan tools dan teknik lainnya secara bertahap.
Belajar Sambil Membuat Sesuatu
Menurutku, belajar desain untuk anak akan lebih menarik kalau tidak hanya berisi penjelasan tentang fungsi setiap tools.
Misalnya, hari ini anak diajak membuat kartu ulang tahun sederhana. Dari satu mini project tersebut, anak bisa belajar memasukkan gambar, menambahkan tulisan, memilih warna, dan mengatur posisi objek.
Di kesempatan lain, project-nya bisa berupa poster tentang hewan kesukaan, kolase foto keluarga, atau desain sesuai karakter favoritnya. Anak jadi belajar menggunakan Photoshop sambil menghasilkan sesuatu yang bisa langsung dilihat.
Bukan Cuma Belajar Photoshop
Hal yang menurutku lebih penting justru ada di balik penggunaan aplikasinya. Saat membuat desain, anak bisa mulai mengenal warna, komposisi, bentuk, ukuran, sampai bagaimana menyampaikan sebuah ide secara visual.
Mereka juga punya ruang untuk bereksperimen. Mau mencoba warna yang menurut orang dewasa terlihat aneh? Tidak masalah. Mau membuat tulisan yang sangat besar atau menambahkan banyak gambar? Biarkan dulu kreativitasnya berjalan.
Dari proses mencoba tersebut, secara perlahan anak bisa mengetahui mana desain yang enak dilihat dan mana yang masih bisa diperbaiki.
Jadi, Apakah Photoshop Cocok untuk Anak?
Bisa, selama materi dan cara belajarnya disesuaikan dengan usia serta kemampuan anak. Tidak perlu mengejar hasil yang terlihat profesional. Menurutku, tujuan utamanya adalah membuat anak mengenal dunia desain, berani menuangkan ide, dan menikmati proses kreatifnya.
Kalau anak, adik, keponakan, atau saudara kamu mulai menunjukkan ketertarikan pada desain, DUMET School menyediakan paket Kursus Graphic Design for Kids yang dirancang untuk anak belajar desain menggunakan Photoshop dengan materi yang lebih disesuaikan. Anak bisa mengenal aplikasi dan dasar-dasar desain secara lebih terarah sambil tetap mengeksplorasi kreativitasnya.
Yuk, segera asah kemampuan si kecil bareng DUMET School 😉
Semoga artikel Apakah Anak Bisa Belajar Desain Lewat Photoshop ini menjawab pertanyaanmu ya! Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya 🙂