Selamat sore teman-teman ??? Mudah-mudahan semua dalam keadaan sehat walafiat.  Ketemu lagi nih dengan saya dalam pembahasan seputar dunia desain grafis. Kali ini saya akan berbagi tutorial mengenai teknik Cara Menghasilkan Cetakan Yang Baik. Memang tidak dapat dipungkiri jika desain grafis itu tidak dapat dipisahkan dengan percetakan. Sebagus apapun desain yang kita buat di laptop atau komputer yang berawal dari tampilan monitor akan berujung pada cetakan kertas ataupun media harcopy apapun itu.

Seindah atau sebagus apapun desain kita di monitor jika tidak mempertimbangkan hasil akhirnya (cetakan) maka semua akan hilang nilai estetikanya. Mungkin teman-teman pernah melihat brosur atau kartu nama yang dibagian konten dalamnya terpotong sebagian atau teman-teman juga pernah membaca sebuah buku atau majalah yang teks hitamnya berbayang warna-warna cyan, magenta atau yellow. Atau teman-teman juga pernah melihat hasil potongan bagian tepi pada buku atau brosur terdapat warna putih ???

Nah contoh-contoh diatas adalah kesalahan-kesalahan yang banyak terjadi dan sering dilakukan tanpa tahu penyebabnya. Nah dalam artikel ini saya akan beri tahu penyebabnya. Berikut adalah tips and trik Cara Menghasilkan Cetakan Yang Baik :

1. Pastikanlah dalam mendesain menggunakan yang namanya bleeds.

Bleeds adalah bagian area desain diluar garis potong ukuran jadi yang berfungsi untuk mengantisipasi rendahnya tingkat akurasi pada saat hasil cetak dipotong atau disisir. Desain apapun yang nantinya akan dicetak wajib dipakaikan bleeds misalnya seperti brosur, flyer, poster, kartu nama, buku cover ataupun packaging. Pada umumnya bleeds yang kita gunakan berkisar antara 3 – 5 mm. bleeds ini berguna untuk meminimalisir agar pada saat pemotongan kertas semua bagian desain secara utuh tidak berkurang dan sesuai dengan ukuran yang sebenarnya.

Contoh kita desain brosur dengan ukuran 210 x 297 mm dan akan diberi bleeds 3mm. Maka ukuran FA termasuk bleeds adalah 216 x 303 mm. Tanpa bleeds ini hasil cetak setelah finishing potong akan terlihat kurang rapi dengan bergesernya titik potong keluar atau kedalam desain akhir. Jika titik potong bergeser keluar maka hasil potongannya akan terdapat sisa kertas warna putih. Tetapi jika titik potong bergeser kedalam maka ada bagian dalam konten yang terkena potong jika mepet.

2. Biasakan membuat margin keliling.

Margin adalah jarak dari tepi potong ke dalam bagian konten desain. Margin ini biasa dipakai dikisaran 3 – 10 mm. Margin ini berfungsi menghindari bagian dalam konten desain terkena potong setelah produksi cetak dan memasuki proses pemotongan ukuran sebenarnya. Selain itu juga margin akan membuat tampilan desain lebih rapih.

3.Biasakan membuat warna hitam itu dengan komposisi Black=100%.

warna hitam dalam dunia percetakan itu ada beberapa macam ada warna hitam overprint, hitam 100%, hitam +, hitam register, dan hitam 90%. Fungsi dan kegunaanya juga berbeda-beda karena jika salah menempatkan / mengunakannya maka akan terjadi kesalahan yang cukup fatal. Didalam monitor warna-warna hitam tersebut sangat tipis sekali perbedaanya namun hasil perbedaannya itu akan lebih terlihat setelah memasuki proses cetak. Nah untuk kita, jika membuat sebuah konten teks biasakan menggunakan warna hitam Black 100%. Tanpa di campur unsur-unsur warna cyan, magenta atau yellow. Karena jika warna hitam ini di campur dengan unsur-unsur tersebut dan sudah memasuki proses percetakan maka mesin cetaklah yang akan sangat berpengaruh dalam mendapatkan hasil warna black yang sesuai. Kenapa ??? jika mesin sudah tidak mendukung maka akan terjadi yang namanya mis register dimana warna hitam akan berbayang warna cyan, magenta ataupun yellow ini dikarenakan warna cyan, magenta, yellow dan black tidak dapat masuk dalam satu titik yang sama.

Demikian teman-teman tips and trik dari saya tentang Cara Menghasilkan Cetakan Yang Baik mudah – mudahan bisa bermanfaat, sampai ketemu ditutorial selanjutnya dengan pembahasan materi yang berbeda. Terimakasih …