Tampilan aplikasi yang terlihat sederhana sebenarnya melewati banyak pertimbangan desain. Mulai dari pemilihan warna, posisi tombol, ukuran tulisan, sampai jarak antar elemen perlu diatur agar aplikasi tidak hanya terlihat menarik, tapi juga mudah digunakan.
Inilah yang menjadi bagian dari UI atau User Interface. Bagi yang baru belajar desain UI aplikasi, memahami elemen dasarnya jauh lebih penting daripada langsung membuat tampilan yang penuh efek. Fondasi yang baik akan membantu menghasilkan desain aplikasi yang rapi, konsisten, dan nyaman digunakan.
1. Warna
Warna menjadi salah satu elemen desain UI yang paling mudah terlihat. Pemilihannya bisa memengaruhi kesan sebuah aplikasi sekaligus membantu pengguna memahami fungsi tertentu.
Misalnya, warna utama bisa digunakan pada tombol penting, sedangkan warna merah biasanya digunakan untuk menunjukkan peringatan atau tindakan yang perlu diperhatikan.
Tidak perlu menggunakan terlalu banyak warna. Pilih beberapa warna utama dan gunakan secara konsisten agar tampilan aplikasi tidak terasa berantakan.
2. Tipografi
Tulisan di dalam aplikasi bukan sekadar memberikan informasi. Jenis, ukuran, ketebalan, dan jarak teks juga memengaruhi kenyamanan pengguna.
Judul biasanya dibuat lebih besar dan tebal dibanding isi. Sementara informasi tambahan bisa menggunakan ukuran yang lebih kecil.
Hal penting lainnya adalah keterbacaan. Font yang terlihat unik belum tentu cocok digunakan jika membuat pengguna kesulitan membaca informasi.
3. Layout
Layout adalah cara berbagai elemen ditempatkan di dalam layar aplikasi. Elemen tersebut bisa berupa teks, gambar, tombol, ikon, maupun menu.
Layout yang baik membantu pengguna mengetahui bagian mana yang perlu dilihat atau digunakan terlebih dahulu.
Bayangkan membuka aplikasi belanja tetapi tombol untuk membeli justru sulit ditemukan. Secantik apa pun desainnya, pengalaman pengguna tetap akan terasa kurang nyaman.
Karena itu, susunan elemen harus memiliki alur yang jelas.
4. Spacing dan White Space
Tidak semua area layar harus diisi dengan elemen desain. Ruang kosong atau white space justru memiliki fungsi penting.
Memberikan jarak antara teks, gambar, tombol, dan elemen lainnya membuat desain terasa lebih lega dan mudah dipahami. Sebaliknya, terlalu banyak elemen yang berdekatan bisa membuat pengguna kesulitan menentukan fokus.
Jadi, jangan takut memberikan ruang kosong dalam desain UI aplikasi.
5. Tombol
Tombol merupakan salah satu elemen interaktif yang paling sering digunakan. Contohnya tombol Login, Beli Sekarang, Simpan, Kirim, atau Lanjutkan.
Desain tombol sebaiknya mudah dikenali dan terlihat bisa diklik. Gunakan ukuran yang cukup besar, warna yang terlihat jelas, serta teks yang langsung menjelaskan fungsinya.
Hindari membuat pengguna menebak apa yang akan terjadi setelah sebuah tombol ditekan.
6. Ikon
Ikon membantu menyampaikan fungsi tertentu tanpa menggunakan banyak tulisan. Misalnya ikon kaca pembesar untuk pencarian, rumah untuk halaman utama, atau keranjang untuk belanja.
Gunakan ikon yang sudah familiar bagi pengguna. Ikon yang terlalu unik memang terlihat kreatif, tapi bisa membuat orang bingung dengan fungsinya.
Konsistensi gaya ikon juga penting agar keseluruhan tampilan terlihat lebih profesional.
7. Navigasi
Navigasi membantu pengguna berpindah dari satu bagian aplikasi ke bagian lainnya.
Bentuknya bisa berupa menu di bagian bawah, menu samping, tab, atau elemen navigasi lainnya. Apa pun bentuknya, pengguna harus bisa memahami cara berpindah halaman tanpa perlu berpikir terlalu lama.
Navigasi yang sederhana biasanya jauh lebih efektif dibanding menu yang memiliki terlalu banyak pilihan sekaligus.
8. Hierarki Visual
Visual hierarchy membantu menentukan elemen mana yang harus mendapatkan perhatian terlebih dahulu.
Contohnya pada halaman produk, nama produk dan harga bisa dibuat lebih menonjol dibanding informasi tambahan. Tombol pembelian juga dapat diberikan warna yang lebih kuat agar mudah ditemukan.
Dengan hierarki yang jelas, mata pengguna secara alami akan mengikuti informasi sesuai urutan yang sudah dirancang.
Konsistensi Juga Tidak Boleh Dilupakan
Semua elemen dasar UI tadi perlu digunakan secara konsisten. Jangan membuat tombol berbentuk bulat di satu halaman, lalu tiba-tiba berubah menjadi kotak dengan gaya berbeda di halaman berikutnya tanpa alasan yang jelas.
Hal yang sama berlaku untuk warna, font, ikon, dan jarak. Konsistensi membuat pengguna lebih cepat memahami pola aplikasi sehingga tidak perlu mempelajari cara menggunakannya dari awal setiap berpindah halaman.
Kesimpulan
Belajar desain UI aplikasi tidak harus langsung dimulai dengan membuat desain yang rumit. Pahami terlebih dahulu elemen dasarnya seperti warna, tipografi, layout, spacing, tombol, ikon, navigasi, dan hierarki visual. Setelah fondasinya kuat, akan lebih mudah membuat tampilan aplikasi yang bukan hanya menarik secara visual, tapi juga nyaman digunakan.
Bagi kamu yang ingin belajar desain aplikasi secara lebih terarah, DUMET School menyediakan paket kursus UI/UX. Kamu bisa mempelajari proses pembuatan desain digital dari dasar hingga praktik membuat tampilan dan pengalaman pengguna yang lebih baik. Cocok untuk pemula yang ingin mulai belajar UI/UX maupun meningkatkan skill untuk kebutuhan kerja dan proyek digital.