Setelah sering membaca diskusi para desainer grafis di Threads, X, dan komunitas lainnya, aku sadar satu hal. Ternyata ada banyak dari mereka yang tidak hanya mengandalkan gaji bulanan. Ada juga yang punya penghasilan tambahan dari hasil karya yang dibuat di waktu luang.

Menurutku, ini menarik karena sumber penghasilannya tidak hanya dari menerima jasa desain saja. Bahkan ada yang tetap mendapatkan pemasukan meski sedang tidak mengerjakan proyek.

Berikut ini tiga ide yang paling sering aku temukan.

1. Jual Foto di Microstock

Banyak orang mengira microstock hanya untuk fotografer profesional. Padahal, foto hasil kamera HP juga bisa dijual selama kualitasnya bagus.

Biasanya foto cukup diedit sedikit, misalnya memperbaiki pencahayaan, warna, atau merapikan komposisi agar terlihat lebih bersih dan menarik. Nilai plus tentu saja kalau memang punya kemampuan fotografi.

Ada banyak jenis foto yang dicari, mulai dari makanan, pemandangan, aktivitas sehari-hari, hingga foto benda-benda sederhana yang sering digunakan untuk kebutuhan desain atau promosi.

2. Jual Vector di Microstock

Selain foto, banyak desainer juga mendapatkan penghasilan dari menjual vector.

Yang paling sering aku lihat adalah desain seperti icon pack, character pack, ilustrasi makanan, objek bisnis, hingga elemen media sosial. Biasanya satu paket berisi lima sampai enam ilustrasi atau ikon dengan tema yang sama sehingga lebih menarik bagi pembeli.

Meski begitu, ada juga marketplace yang menerima penjualan vector satuan. Jadi tidak harus selalu membuat satu paket besar.

Semakin banyak koleksi yang diunggah, peluang mendapatkan penjualan juga biasanya ikut bertambah.

3. Freelance Desain Grafis

Cara yang satu ini masih menjadi favorit banyak desainer.

Menurutku, sekarang mencari klien sudah lebih mudah karena banyak orang mencari jasa desain langsung lewat Threads atau X. Ada juga desainer yang aktif mengunggah hasil karyanya secara konsisten hingga akhirnya dihubungi calon klien.

Selain menunggu proyek datang, kita juga bisa lebih proaktif atau istilahnya jemput bola. Misalnya ikut menawarkan jasa di postingan orang yang sedang mencari desainer, tentu dengan cara yang sopan dan profesional.

Soal harga, menurutku tidak harus mahal. Berikan tarif yang ramah untuk UMKM atau bisnis kecil, tapi tetap menghargai waktu, kemampuan, dan kualitas pekerjaan. Jangan sampai terlalu murah hingga justru menjatuhkan harga pasar.

Kesimpulan

Menurutku, skill desain grafis punya banyak peluang untuk menghasilkan uang tambahan. Mulai dari menjual foto, menjual vector, hingga membuka jasa freelance, semuanya bisa dimulai secara bertahap sambil terus membangun portofolio.

Kalau ingin mengembangkan kemampuan desain dari dasar sampai mahir, DUMET School juga menyediakan kursus Desain Grafis dengan materi yang cocok untuk pemula maupun yang ingin meningkatkan skill agar lebih siap menerima proyek profesional.